Buat apa sih Kuliah !!

pagi ini aku cukup sibuk ,dapet tugas banyak banget .. tapi aLhamduLiLah udah kelar.. tinggal iklan doang yey
 

okay .. kali ini aku bukan posting dari tulisanku sendiri .. tapi aku dapat referensi dari mbah gugel dan dari om pesbuk .. juga dari kak blogger sekalian

mungkin artikel ini udah basi .. tapi karena aku baru nemu dan mungkin ini bisa jadi inspirasiku/motivasi setelah lulus smk ini buat kuliah .. *aamiin 

YA meskipun aku tak begitu banyak berharap untuk kuliah .. *boongbanget
 
mungkin jadi pengusaha lebih baik kali ya .. jadi pengusaha kan kita bisa punya pegawai dan bisa jadi BOSS *mimpi dulu 
sedangkan kuliah kebanyakan mereka malah jadi pegawai dan ada juga tetanggaku Lulusan dari UI
yang setelah lulus buka usaha warnet .. hhummmmmmtt sama aja kan ??

aku tahu sekolah dan kuliah tujuannya untuk menjadi orang yang terdidik dan menjadi manusia yang berakhlak  agar setelah keluar dari bangku pendidikan kita sudah siap bersaing dalam memasuki dunia pekerjaan dan menjadi generasi muda yang berkualitas.

tapi ..
banyak juga kok mereka orang-orang yang mendahului kita .. bisa dibilang maaf nih ya .. mereke lulusan SD - SLTP bahkan SLTA ,atau yang tidak berksekolah sama sekali dan mereka mampu berkontribusi .



sedikit basa-basi dariku .. sekarang cermati artikel di bawah ini 




Buat apa sih Kuliah? | #jangankuliah









lalu kenapa?
Memang apa sih kerennya jadi mahasiswa? Kamu pikir kamu keren kalau jadi mahasiswa? Dengan jas almamater yang heroik kamu jadi bisa kembali ke sekolah kamu dan berkata, “saya sekarang mahasiswa UNAIR loh” atau “ini nih lihat jaket kuning UI gw”.
Okey, itu memang salah satu bagian menyenangkan yang bisa dibanggakan, tapi kalo udah bangga, kamu mau apa? Apa yang kamu dapatkan dari kebanggaan tersebut?
‘seneng aja’
‘kepuasaan batin’
‘yah keren aja sih’
Ada lagi kah ?

Kamu udah yakin dengan pilihan jurusan dan kampus kamu? Sudah sesuai dengan panggilan jiwa belum? Atau kamui masih bohong sama diri kamu?
‘iya saya sudah yakin kok sama pilihan saya’
‘ah masa sih?, yakin? Itu kok muka masih belum pede tampaknya’
‘ya dibuat yakin dong, kan sudah keterima’
‘bener nih gak nyesel?’
‘emang ada pilihan lain kah?’
Kamu sudah jadi mahasiswa nih sekarang, lalu kamu mau jadikan titel kamu nanti untuk apa? Mau dijadikan apa titel yang kamu raih?
Sobat, kata rektor saya dulu, biaya standar untuk seorang sarjana teknik adalah Rp.28.000.000 setiap semesternya. Jumlah yang yang gak kecil loh, coba saya tanya berapa biaya kuliah? Dulu saya di Itb 1.850.000 per semesternya. Kabarnya sekarang sudah mencapai hingga 5 juta rupiah per semesternya. Okelah kita pakai standar sekarang saja, dan dengan asumsi biaya sarjananya tetap.
Dengan asumsi ini saja saya bisa mengatakan kalau dalam satu semester, minimal kita sudah memiliki hutang 23 juta per semesternya. Hutang? Pasti banyak yang bertanya, itu hutang ke siapa? Hutangnya ke Rakyat Indonesia kawan. Mereka yang bayar pajak itu telah mensubsidi kuliah kamu, khususnya buat kamu yang kuliah di kampus negeri.
Pendidikan yang berkualitas itu hakekatnya memang mahal, pertanyaannya siapa yang akan menanggung biaya pendidikan tersebut? Dalam kasus Indonesia, rakyatlah yang juga dibebankan untuk membiayai kuliah kita.
Saat pertama kali masuk ITB beberapa tahun yang lalu, seorang alumni yang sangat senior berbicara dalam sebuah sesi seminar.
“untuk masuk ITB, perbandingan tingkat kompetisinya adalah 1 banding 20. Artinya ketika kamu bahagia karena telah masuk ITB, ada 19 anak muda Indonesia lain yang menangis kecewa karena gagal diterima di ITB.
Kamu kuliah di subsidi oleh rakyat, maka untuk membalas budi pengorbanan uang yang telah rakyat berikan, kamu minimal harus bisa kasih makan ke 76 orang lainnya. Darimana angka 76 tersebut?
Kita asumsikan 19 orang tersebut menikah dan memiliki dua anak saja, maka itu berarti 19 dikali 4 yaitu 76 orang”
Kata-kata tersebut selalu terngiang di benak saya hingga saat ini, saya selalu berpikir dan mencari jalan bagaimana bisa membuka kesempatan menambah penghasilan bagi 76 orang. Tentu bukan hanya dengan membuka lapangan kerja dengan menjadi entrepreneur, banyak cara untuk bisa berbagi seperti dengan aktivitas sosial.
Bagaimanapun caranya, itulah yang perlu kita sama-sama pikirkan. Bahwa kamu jadi mahasiswa itu tidak mudah dan tidak bisa asal-asalan. Kamu perlu tanya ke diri kamu, “saya mau berkontribusi apa selama jadi mahasiswa dan setelah lulus untuk negeri ini?
Karena kuliah kamu bukan hanya menyangkut diri kamu, tetapi juga ratusan juta rakyat Indonesia di masa kini dan masa depan. Mahasiswa seringkali disebut sebagai unsur perbaikan negara, ya benar adanya kalimat tersebut. Karena ditangan mahasiswa yang nantinya akan masuk ke dunia nyata lah negeri ini bergantung harapan.
Kamu kuliah, kamu termasuk dalam 18% rakyat Indonesia usia 18-23 tahun yang beruntung bisa menikmati bangku di perguruan tinggi. Jumlahnya tidak sampai 4.5 juta saja mahasiswa itu. Maka renungkanlah nasih 78%  rakyat Indonesia lainnya yang
Karena kamu itu mahasiswa, ada kata MAHA di depan siswa. Maha itu identik dengan tidak terbatas dan tidak pernah habis. Perlu di ingat, bahwa penggunaan kata MAHA itu identik dengan sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan (e.g Maha Pengasih,dan Maha Penyayang). Menariknya bahasa Inggris nya dari Mahasiswa adalah student, atau terkadang ditambahkan College Student. Bahasa arabnya mahasiswa adalah thulabiy, sama dengan siswa. Mereka tidak menggunakan terminologi Great Student atau AkbaruThulabiy sebagai kata ganti mahasiswa.
Hanya di Indonesia yang menggunakan pola kata seperti ini. Kenapa? Karena ada sebuah harapan khusus bagi mahasiswa Indonesia untuk bisa memiliki karakter seorang MahaSiswa, seorang yang tidak pernah terbatas hasratnya untuk bisa menuntut ilmu.
Dalam sebuah lirik lagu perjuangan kampus yang berjudul “Kampusku”, sang pengubah lagu menuliskan seperti ini;
Berjuta Rakyat Menanti Tanganmu
Mereka Lapar dan Bau Keringat
Kusampaikan Salam Salam Perjuangan
Kami Semua Cinta Indonesia
Tapi kamu juga jangan terlalu Geer dulu dengan segala sanjungan untuk mahasiswa, itu gak sekeren itu kok, kadang malah cuma klise belaka. Saya malah berpikir terlalu banyak pujian untuk seorang yang menyandang label mahasiswa. Padahal jadi mahasiswa gak sekeren itu kok, apa sih mahasiswa? Belajar males, kajian kebangsaan cuek, demo di jalan gak mau, kegiatan pengembangan masyarakat juga gak peduli, bahkan fokus pada kompetensinya saja juga enggan.
Apa sih mahasiswa itu? Cuma mampu mejeng dengan tampang keren, sok bawa mobil ke kampus padahal uang orang tua. Bergaya sana sini, ganti pacar tiap bulan, gak nyimak dosen di kelas, ke kampus dandannya udah seperti mau ke resepsi pernikahan.
Ngapain sih tuh mahasiswa? Selama empat tahun di kampus akhirnya gak aplikasi ilmunya, berpikir gimana ngasih makan dirinya saja, lupa kalau dia di bayarin rakyat saat kuliah, jadi manusia hedon yang lupa kalau masih banyak rakyat yang lapar dan bau keringat.
Ah mahasiswa, apa pentingnya? Cuma bisa kritik keadaan negeri tanpa mau berpikir apa yang bisa ia lakukan untuk negerinya. Hanya ribut diantara mahasiswa, bakar ban dan akhirnya rakyat lagi yang kembali menderita.

HEI KAMU YANG MENGAKU MAHASISWA !

Coba sekarang saya tanya buat kamu yang mau lulus kuliah, buat apa sih kamu kuliah? Abis kuliah mau kemana?
‘ikutin aja kemana angin membawa’
‘yah kita lihat nantilah gimana abis wisuda’
‘mau kerja dulu deh, sambil mikir mau ngapain setelahnya’
Umm. Okey, tidak ada yang salah dengan kalimat-kalimat tersebut. Tetapi kalimat-kalimat ini menandakan masih banyak diantara mahasiswa dan alumni muda yang bahkan tidak tau mau ngapain setelah lulus.
Helloooo
Dimana #panggilanjiwa kamu kawan? Masih belum berjumpakah dengan #panggilanjiwa kamu itu? Atau bahkan kamu tidak berusaha mencarinya?
Sobat,apakah dunia kampus belum cukup untuk kamu dalam mem-#bangunmimpi? Butuh berapa lama lagi untuk kamu agar bisa menemukan dan merencanakan mimpi besar kamu sobat? Atau jangan jangan kamu lebih nyaman dalam ketidakpastian mimpi kamu?
Mereka yang tidak punya mimpi akan terjebak pada kegalauan hidup, dan bila kegalauan hidup menemani mereka maka ketidakpastian akan menjadi sahabat, dan akhirnya berujung pada ketidakjelasan manfaat hidup itu sendiri.

APA KONTRIBUSI KAMU UNTUK NEGERI?

Percuma saja kamu kuliah kalau ternyata pilihan jurusannya bukan yang kamu minati, bohong dengan #panggilanjiwa hanya untuk mengejar titel di kampus negeri saja. Hidup itu bukan sekedar titel kamu di dapat dimana, tetapi kamu mau berbuat apa dengan titel tersebut untuk kebaikan dan kebermanfaatan.
Kamu pikir jadi alumni dari kampus beken itu terjamin masa depannya kawan? Saya justru banyak kenal teman, senior, dan junior saya di kampus yang luntang-luntung gak jelas karena penuh kegalauan dalam menatap masa depan. Mereka tidak membangun karakter diri selama jadi mahasiswa. Akibatnya? Hidup segan, Mati enggan.

Lantas, apa yang bisa dibanggakan ketika setelah lulus hanya menjadi sekrup kapitalis yang menghambakan diri pada uang dan rela ketika sumber daya negeri ini dikeruk untuk kepentingan asing semata. Apa kalian lupa kalau kalian kuliah disubsidi oleh negara? Uang rakyat itu kawan? Hasil pajak mereka yang berharap negeri ini lebih baik.
Buat saya, percuma belajar mati-matian masuk perguruan tinggi kalau ujung-ujungnya hanya memetingkan isi perut belaka dan tidak mampu berkontribusi untuk bangsa. Sayang banget kawan, bila 4-5 atau bahkan 6 tahun kuliah pada akhirnya hanya menjadi perusak negeri, yang serakah atas kebutuhan dunia.
Atau lebih sadis lagi mereka para koruptor yang menghabiskan hidup untuk merusak moral sosial bangsa. Seharusnya mereka mereka inilah yang di klaim oleh Malaysia bukan budaya Indonesia.
Rakyat negeri ini membiayai kamu kuliah bukan hanya untuk mendapatkan IPK Cum Laude atau terancam Cum Laude. Yakin nih yang IPK nya 4.00 itu benar-benar cerdas? Jangan-jangan mereka cuma seorang robot yang jago menyelesaikan soal ujian, tetapi gamang dalam menghadapi soal kehidupan.
Kamu kuliah di kampus teknik, jadilah teknokrat yang visioner. Kuliah di fakultas hukum, jadilah advokat yang adil. Belajar di jurusan ekonomi, maka jadilah ekonom yang bijak. Atau bila kamu kuliah di kampus pertanian, bangunlah negeri ini dengan ilmu pertanian yang kamu miliki, jangan mangkir dari kompetensi dan malah berpikir untuk menjadi bankir.
Kuliah itu mahal kawan, setau saya di UI sudah Rp.25.000.000, di ITB bahkan ada yang mencapai Rp.50.000.000. Biaya per semester juga sudah semakin besar, lalu apa yang kamu cari setelah lulus? Hanya bekerja sebagai pegawai kah pilihan hidup kamu?
Masih banyak anak muda Indonesia yang tidak kuliah. Atau alumni kampus yang katanya beken dan akhirnya memilih untuk bersaing dalam job fair dengan alumni kampus yang katanya ga beken? Gak malu ya sobat?

Yuk kita berpikir #beda , jangan berpikir “mau kerja di perusahaan apa”, melainkan “mau buka lapangan kerja dimana ya”
Saya sering bilang ke mahasiswa ITB, buat apa kamu bangga masuk ITB kalau hanya bisa jadi mahasiswa KUPU KUPU alias kuliah pulang kuliah pulang. Mending kamu sekalian aja pulang ke rumah orang tua kamu. Karena kita kuliah bukan hanya untuk mengejar nilai, kita kuliah untuk menikmati proses pembelajaran diri dalam setiap kesempatan.
Malu lah pakai jaket kuning UI yang katanya keren itu kalau gak peka sama isu sosial masyarakat, hanya mengenal kuliah-kafe-mall saja. Helloo kawan, itu jaket kuning lambang perjuangan, apa kontribusi kamu untuk negara. Kalau kamu sudah berkontribusi untuk negeri, barulah boleh sedikit bangga dengan jaket kuning kamu sobat!
Atau mahasiswa UGM yang terkenal dengan jaket warna karun goni, itu warna kerakyatan, maka segen saya lihat mahasiswa UGM kalau melihat dan memikirkan realita rakyat aja gak mau. Jaket mu itu bukti pengorbanan sobat!


Malu lah gw jadi mahasiswa kalau sepanjang masa kuliahnya gak pernah demo di jalan
Ah capeklah kuliah itu kalau hanya mengejar Nilai tetapi anti sosial, menjadi manusia robot yang bangga jadi sekrup kapitalis.
Buat kamu yang baru lulus SNMPTN atau segala bentuk ujian masuk perguruan tinggi lainnya. Berani janji kontribusi apa selama jadi mahasiswa? Atau udah cukup bangga dengan label mahasiswa?
Masuk jurusan kedokteran kampus beken, tetapi gak mau praktek di daerah terpencil, hanya mau jadi dokter di kota. Hmm percuma deh, di kota di daerah daerah aja masih kekurangan dokter, di kota dokter menumpuk. Hmm mendingan mundur deh.
Ayolah kawan! Kita MAHAsiswa, ada kata Maha di depan siswa, masa masih sama sama aja konsep berpikirnya dengan mereka yang tidak sekolah. Malu la kita sama tukang bakso yang bisa punya 3 pegawai, mereka yang tidak kuliah aja bisa ngasih makan orang lain, lah mahasiswa? Bangun Idealisme itu kawan, sejak mahasiswa, kesempatan terakhir untuk membangun idealisme itu ada di kampus. Setelah lulus, kalian akan menikmati dunia nyata yang sangat kejam dan pragmatis.
Hidup itu bukan hanya tentang duit, duit, dan DUIT.
Mahasiswa itu #beda!
Yuk kita bangun konsep berpikir yang dewasa. Jangan bangga ke kampus pakai mobil orang tua untuk mejeng sana sini dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar, manja dalam belajar serta lemah karakter. Percuma nanti di hari wisuda, para alumni itu hanya menambah daftar pengangguran negeri ini, buat apa kamu kuliah sobat?
Sobat, mari kita maknai dengan #bijak kenapa kita harus kuliah. Ini bukan hanya sekedar mengikuti kebiasaan banyak orang. Tetapi ini tentang upaya membuat diri kita lebih mampu berkontribusi untuk pembangunan bangsa.
Sobat, kamu mau berkontribusi apa selama kuliah?

materi referensi gue http://ridwansyahyusufachmad.com/2012/06/19/buat-apa-sih-kuliah-jangankuliah/.

 
Colek G+

46 comments:

  1. saya tidak pernah makan bangku kuliah jadi bingung mau jawab untuk apa kuliah :)

    ReplyDelete
  2. keren juga sampean iki , gak kuliah tapi smart juga ..coba bisnis online aja bang :)
    .

    ReplyDelete
    Replies
    1. pengin sih sob BO tapi bingung mau masarin apa gitu :)

      Delete
    2. ya sudahla .. kan udah dapat ilmu lagi , tinggal diterapkan aja .

      Delete
  3. Replies
    1. setuju dg hermanbagusdotcom.. hehe

      klw miz tia, kuliah di UMM ya..:D
      Universitas Mudar Mandir.. hehe... kiding miz.. :)

      Delete
    2. hah boro-boro buat kuliah , udah pinter cari duit halal aja sujud syukur banget
      kuliah nanti kalo udah naik jabatan :D
      .

      Delete
  4. boro2 kuliah neng....wong SMP aja aq ga tamat alias putus sekolah,waktu itu aq pingin banget sekolah tinggi ya maksudnya sampai kuliah.tapi apa daya tangan tak sampai....hehe maklum orang miskin,jgnkan untuk sekolah bisa mkn 3x sehari aja udah syukur alhamdulillah.

    sejak itu aq belajar sendiri,otodidak dari membaca koran yg terbuang dan dari pengalaman hidup yg aq jalani.

    prinsip hidupku "KALAU ORANG LAIN BISA MELAKUKAN KENAPA AQ TIDAK"
    dari situ semangatku untuk terus belajar terus berkembang,meski tidak belajar resmi digedung sekolah ataupun university.

    sedikit kata dari ku " I am always ready to learn although I do not always taught "

    hehe maap kepanjangan nih :)

    ReplyDelete
  5. kalau menurut penerawangan saya sih..hmmm...kuliah yah...hmmm..apa yah... untuk apa yahh...untuuukkk.... Oiya,untuk ngelanjutin proses belajar aja setelah lulus senior high skul..(hehe..)Tujuan itu penting,..apapun tujuan nya yang penting untuk kebaikan dimasa depan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hhummmtt .. jelas tujuan itu penting , tapi ........ >_< `.

      Delete
    2. Tapi rela bagi-bagi...(korban iklan lagi ja si indra antara)..hadeuhhh...

      Delete
    3. ahaha ..banyak juga yang jd korban iklan beuhh .

      Delete
  6. kalau aku dipaksa kuliah ma ortu padahal pengen langsung kerja ja... akhirnya kerja sambil kuliah.. serabutan "ON"
    WASALAM...hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hhumm begini nih kebanyakan orang mungkin seperti anda , gak menurut batin sendiri :D
      .

      Delete
    2. yah pengen nyenengin ortu.. nurut sama ortu...
      cemungud pazti bisa...xixixi

      Delete
  7. masih SMA XD tapi yang pasti aku ingin pendidikan yang diraih lebih dari orang tua. ortu S1 jadi minimal harus S2. hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. no comment deh ..manusia emang gak ada puasnya :D
      .

      Delete
  8. Benar sih, tetapi enak juga kalau kita udah nikmati masa-masa sekolah, rasanya pengen nuntut ilmu terus :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya benar ..masa-masa sekolah itu emang mantav :) `.

      Delete
  9. wah, entar komentar panjangnya di postingan ku ajalah

    follow sukses ya, folbacknya jangan lupa

    ReplyDelete
    Replies
    1. dijawab terus ..karena ini ilmu penting(maksa banget).

      Delete
  10. Replies
    1. hahahhhaa,,,bener juga nih si wammy,,,
      good luck deh,,kalo bisa pacarnya bu dosen ya.

      Delete
  11. paling maknyus ni kalimat yang saya kutip dari banyaknya cerpen di atas, btw di atas ini cerpen kan.. panjang bener soalnya.. mana copas pula ??

    tp ni kalimat paling gw suka.. " Karena kita kuliah bukan hanya untuk mengejar nilai, kita kuliah untuk menikmati proses pembelajaran diri dalam setiap kesempatan. "

    dan kalimat di atas ini saya suka krn, kalau kuliah hanya untuk menikmati proses pembelajaran diri dalam setiap kesempatan.. mending nganggur aja deh... wakakwkaw.. gokil cerpennya..

    ReplyDelete
  12. copas kan aku sebelumnya udah bilang x .. tuh juga aku kasi sumbernya :)

    gokil juga :D .......`.

    ReplyDelete
  13. cari ilmu yang banyak none.. hehe , tetap semangat

    ReplyDelete
  14. halah halah... wong wis mbah-mbah kok kuliah??? mending ng umah momong putu. wkwkwk :D :D

    ReplyDelete
  15. ahaha kui mah sampean oh nyai wkwkwk.

    ReplyDelete
  16. kuliah / kuli ah nih?
    saya aja gak pernah kuliah. jadi gak bisa jawab nih positngannya.hehehe...

    ReplyDelete
  17. kuliah
    gak apa bang .. udah komen aja aku udah berterimakasih.

    ReplyDelete
  18. Kuliah itu untuk menambah wawasan aja, sama ijazah mungkin.

    tapi ijazah ku dari SD-Kuliah enggak tau mau buat apa..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe.. begitulah mereka sebenarnya sama pola pikirnya ya cuma bertitle saja mereka kuliah.

      Delete
  19. Tujuan kuliah? mencari ijazah dengan embel-embel gelar dibelakang maupun di depan nama.!! Tidak lebih.
    mau tau alasannya? akan saya bongkar pada postingan saya. ya mungkin bulan depan lah hehehehe :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. baguslah kalo sekedar mencari embel-embel ahahaha kacau.

      Delete
  20. Wajib kuliah..
    Karena ilmu yg kita dapatkan suatu saat pasti akan berguna juga dapat merubah pola pikir, dan juga menambah teman yg nantinya mungkin akan membantu kita dalam meraih masa depan.. Utlubul ilma minal mahdi ilallahdi

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo bisa saya katakan tidak wajib, apa meraih masa depan hanya dengan kuliah?? jelas TIDAK.
      semua pasti ada jalannya, tidak kudu dan tidak harus kuliah sob. banyak orang kuliah nasibnya dan pola pikirnya sama dengan mereka yg maaf bisa dikatakan tidak tamat
      teman dimana saja ada, teman yg bisa membantu kita bukan sekedar mereka yg kuliah kawan.. coba dipikirkan lagi.. mungkin ini karena anda belum merasakan kehidupan yg serba berpatok pada meteri jadi anda segampang itu mengucap kata wajib untuk kuliah..
      mencari ilmu memang wajib. ilmu banyak dan bisa didapatkan diluar kuliah yang bisa dikatakan menganggur bertahun-tahun demi ilmu yg kemungkinan besar sama saja.

      itu sih tambahan saja.. karena aku belum masuk ke jenjang kuliah.


      terima kasih sudah hadir.

      Delete

Diam Berarti Lobet
Tinggalin Komentar aja ya.........
sorry kalo tidak bisa membalas langsung di blog ini, MizTia si Admin Blog mungkin Lagi Berlibur ke Dunia Nyata :D

oya, sobat juga bisa surfing di Gallery miztia-respect.blogspot.com
(ɔ ˘⌣˘)˘⌣˘ c) .